Translate

08 April 2014

BEARING



Bearing adalah alat yang memungkinkan terjadinya pergerakan relative antara dua bagian dari alat atau mesin, biasanya gerakan angular atau linear. Dengan adanya bearing, gesekan antara dua bagian tersebut menjadi sangat minim dibandingkan tanpa bearing. Letak bearing bisaa di mana saja tergantung alat dan mesin yang memanfaatkan bearing tersebut dan jenis bearingnya. Terdapat beberapa jenis bearing yaitu abtara lain:
1. Ball Bearing
Bearing_Bantalan
Ball bearing adalah jenis bearing yang paling umum, digunakan dibanyak aplikasi teknis, dari mesin hingga peralatan rumah tangga. Bearing ini cukup simpel tapi gerak putarnya efektif. Sehingga menjadi bearing yang paling banyak dipakai karena bisa menghandle baik beban putar (radial load) ataupun beban tekan dari samping (thrust load). tetapi, hanya dipakai untuk aplikasi yang bebannya tidak terlalu berat. di ball bearing ini, beban transfer dari bagian luar (outer race) kedalam rangkaian bola-bola dalam, lalu kebagian dalam (inner race). karena bentuk bola adalah bulat, maka kontak antara inner race dan outer race sangat minim sehingga putarannya sangat lembut.
2. Roller Bearing
images (2)
Ilustrasi paling gampang untuk bearing tipe roller ini adalah conveyor belt dimana bearing di beri beban cukup berat. sesuai namanya, roller bearing berupa roller yang berbentuk silinder. jadi kontak antara bagian dalam (inner race) dan bagian luar (outer eace) bukan bertumpu pada satu titik seperti pada ball bearing, tapi segaris (sesuai lebar roller). karena titik tumpunya lebih lebar atau lebih dari satu titik, maka kekuatan tumpuan bebannya juga lebih besar. roller bearing ini juga bervariasi termasuk needle bearing, yakni menggunakan silinder dengan diameter yang sangat kecil, karena itulah, disamakan dengan jarum (needle).
3. Ball Thrust Bearing
images (3)
Bearing jenis ini hanya digunakan untuk aplikasi dengan putaran gerak yang rendah. tidak bisa dipakai untuk radial load. contoh benda yang biasanya menggunakan ball thurst bearing antara lain meja makan model putar.
4. Roller Thrust
images (4)
Sesuai peruntukannya, roller thurst bearing berupa roller bearing yang bisa menahan beban cukup berat, biasa dipakai di gear set seperti transmisi atau gear box, dimana butuh rumah dan rotating shaft. gigi matahari yang dipakai ditransmisi juga butuh bearing ini.
5. Tapered Roller
bearing_202
Bearing jenis ini biasa dipakai di tromol mobil, dimana roller bearingnya punya dua bagian yang saling bersebrangan arah. dengan demikin , dua roller bearing ini bisa menahan beban (trust load) dari dua arah tersebut.
6. Magnetic Bearing
images (5)
Magnetic Bearing adalah bearing paling modern dengan daya kerja atau putaran tinggi. biasanya di pakai di sistem sistem dan perangkat tertentu seperti flywheel. dengan bantuan magnetic bearing ini, maka flywheel bisa terapung di medan magnet. Beberapa tipe flywheel bisa berputar lebih dari 50 ribu rpm. bandingkan dengan roller bearing biasa atau ball bearing yang akan langsung meleleh dalam kecepatan ini. Karna magnetic bearing tidak punya moving part, maka kecepatan putarnya bisa sangat cepat.
Sebuah bearing selain memiliki jenis dan kontruksi berbeda tetapai jugu memiliki hal penting yang wajib diketahui yaitu pembacaan dalam kode sebuah bearing. Kode dalam sebuah bearing sangatlah penting karena digunakan untuk menentukan jenis, bentuk, ukuran dan kerja bearing.
pengkodean sebuah bearing dapat dibedakan menjadi 3 yaitu:
a. Kode Pertama(Jenis Bearing)
Kode bearing (bantalan) = 6203ZZ
kode bearing di atas terdiri dari beberapa komponen yang dapat dibagi-bagi antara lain:
6 = Kode pertama melambangkan Tipe /jenis bearing
2 = Kode kedua melambangkan seri bearing
03 =Kode ketiga dan keempat melambangkan diameter bore (lubang dalam bearing)
zz = Kode yang terakhir melambangkan jenis bahan penutup bearing
bearing-2
images (6)
jadi dalam Kode bearing (bantalan) = 6203ZZ seperti contoh di atas, kode pertama adalah angka 6 yang menyatakan bahwa tipe bearing tersebut adalahSingle-Row Deep Groove Ball Bearing ( bantalan peluru beralur satu larik).
Perlu diingat bahwa kode di atas untuk menyatakan pengkodean bearing dalam satuan metric jika anda mendapatkan kode bearing seperti ini = R8-2RS, maka kode pertama ( R) yang menandakan bahwa bearing tersebut merupakan bearing berkode satuan inchi.
b. Kode Kedua (Seri Bearing)
Kalau kode pertama adalah angka maka bearing tersebut adalah bearing metric seperti contoh di atas (6203ZZ ), maka kode kedua menyatakan seri bearing untuk menyatakan ketahanan dari bearing tersebut. Seri penomoran adalah mulai dari ketahan paling ringan sampai paling berat
• 8 = Extra thin section
• 9 = Very thin section
• 0 = Extra light
• 1 = Extra light thrust
• 2 = Light
• 3 = Medium
• 4 = Heavy
Kalau Kode pertama adalah Huruf, maka bearing tersebut adalah bearing Inchi seperti contoh (R8-2RS ) maka kode kedua ( angka 8 ) menyatakan besar diameter dalam bearing di bagi 1/16 inchi atau = 8/16 Inchi.
c. kode ketiga dan keempat (diameter dalam bore bearing)
Untuk kode 0 sampai dengan 3, maka diameter bore bearing adalah sebagai berikut :
• 00 = diameter dalam 10mm
• 01= diameter dalam 12mm
• 02= diameter dalam 15mm
• 03= diameter dalam 17mm
selain kode nomor 0 sampai 3, misalnya 4, 5 dan seterusnya maka diameter bore bearing dikalikan dengan angka 5 misal 04 maka diameter bore bearing = 20 mm
d. Kode yang terakhir (Jenis bahan penutup bearing)
pengkodean ini menyatakan tipe jenis penutup bearing ataupun bahan bearing. seperti berikut :
1. Z Single shielded ( bearing ditutuipi plat tunggal)
2. ZZ Double shielded ( bearing ditutupi plat ganda )
3. RS Single sealed ( bearing ditutupi seal karet)
4. 2RS Double sealed (bearing ditutupi seal karet ganda )
5. V Single non-contact seal
6. VV Double non-contact seal
7. DDU Double contact seals
8. NR Snap ring and groove
9. M Brass cag

21 January 2014

CARA PERAWATAN MOBIL RINGAN


Mobil merupakan sarana transportasi canggih yang bisa mempermudah segala kegiatan anda, dan menghindarkan anda dari panasnya terik matahari. Maka sudah sewajarnya anda membalas jasa-jasa mobil anda dengan memberikan perawatan terbaik.
Perawatan mobil secara berkala dapat membuat mobil anda awet dan selalu terlihat baru. Yang terpenting adalah anda akan terhindar dari kecelakaan yang disebabkan mesin error.
Mobil yang terawat juga akan menghasilkan performa prima saat berkendara. Menarik bukan?
Mahalnya biaya perawatan mobil sering dijadikan alasan oleh para pengemudi untuk tidak merawaat mobilnya secara baik. Namun jika anda tahu caranya, merawat mobil akan sangat mudah, hemat, dan efisien.
Kendaraan yang kurang terawat merupakan salah satu faktor terbesar kedua setelah kelalaian pengemudi penyebab kecelakaan di jalan. Lakukan pengecekan secara rutin terutama saat akan melakukan perjalanan yang cukup jauh, kondisi mobil harus benar benar baik dan memang layak untuk melakukan perjalanan tersebut.  Perhatikan kondisi mesin, ban dan lampu karena tiga bagian tersebut merupakan bagian paling penting terhadap mobil. Melakukan perawatannya pun tidak harus pergi ke bengkel, anda pun bisa melakukan perawatan dasar sendiri.  Berikut beberapa tips untuk menjaga mesin mobil Anda selalu dalam keadaan baik :

  • Mengecek Starter Pada Mobil.
    Bila mobil tidak bisa di-starter adalah karena suplai bahan bakar/udara yang kurang pada sistem karburator (dalam hal ini berarti saringan karburator kotor). Periksa saringannya, cabut filter-nya dan bersihkan dengan kuas atau sikat gigi. Jangan gunakan alat pemanas seperti hair-dryer dan sejenisnya, karena hal tersebut bisa merusak dinding saringan udara.Bila semuanya sudah dilakukan dan tidak ada perkembangan, bawalah mobil Anda ke bengkel terdekat.
  • Oli merupakan sesuatu yang vital bagi mesin Mobil.
    Anda mengganti oli mobil setiap 3.000 sampai 5.000 mil. Mesin Anda akan mulai membuat suara-suara aneh jika tidak dilakukan penggantian oli. Ketika melakukan ganti oli, pastikan Anda mengubah filter oli juga. Ini akan tidak ada gunanya jika Anda menjalankan minyak bersih melalui filter oli kotor.
    Oli berperan mengurangi gesekan2 internal di dalam mesin. tanpa adanya oli,gesekan2 ini akan membuat komponen mesin2 tertentu cepat rusak atau aus.Dengan kata lain,keberadaan oli akan membuat mesin lebih awet.pada dasarnya sebuah Mobil memerlukan oli dengan kekentalan tertentu. akibat adanya pembakaran didalam mesin ketika Mobil akan dijalankan akan membuat tingkat kekentalan oli berubah,sehingga dalam waktu tertentu kekentalan oli berubah,sehingga dalam waktu tertentu kekentalan oli di dalam mesin tidak lagi sesuai dengan kondisi internal mesin.Oleh karna itu,penggantian oli mesin mobilharus dilakukan secara rutin berdasarkan jarak tempuh kendaraan.
  • Periksa Keadaan Radiator Mobil Pribadi
    Radiator pada mesin mobil berperan untuk menjaga suhu mesin tetap dingin, artinya radiator merupakan komponen yang berfungsi untuk menjaga mesin agar tidak cepat panas (over heating). Dengan rutin memeriksa radiator yang meliputi pemeriksaan kebocoran,pengurasan,dan penggantian air, maka performa radiator akan tetap terjaga,sehingga tugasnya sebagai pendingin mesin akan tetap terjaga.Idealnya penggantian atau pengurasan air radiator dilakukan untuk setiap jarak tempuh sekitar 10.000 km.
  • Periksa Timing Belt
    timing belt merupakan sabuk yang berfungsi untuk meneruskan putaran roda2 gigi yang terhubung ke bagian internal mesin.Timing belt yang rusak ditandai dengan menimbulkan suara2 dengungm yang bising ketika mesin mulai dijalankan.kerusakan timing belt yang di biarkan berlarut akan menyebabkan timing belt tersebut putus dan putusnya timing belt secara tiba2 akan membuat komponen2 tertentu pada mesin rusak.selain itu,suplay listrik pada akumulator bisa tidak maksimal.
  • Lakukan Tune Up secara rutin
    Tune Up rutin di bengkel2 akan membuat mesin tetap awet,hal ini karena pada proses tune up keadaan komponen2 vital yang berhubugan dengan mesin seperti busi,filter bahan bakar dan oli akan terperiksa.
  • Sesekali Lakukan Penarikan Gas dengan Kuat
    Penarikan gas yang kuat ketika kendaraan melaju dapat membuat kerak pada ruang pembakaran semakin berkurang,tetapi lakukan hal ini sesekali saja.Semoga tips ini dapat menjaga mesin anda lebih awet dan terawat.

Hal yang juga perlu diperhatikan adalah sistem kelistrikan mobil, konvensional ataukah mobil modern yang sudah menggunakan CDI (dalam arti serba elektronik). Bila mobil Anda telah menggunakan sistem serba elektronik, jangan berusaha untuk membetulkannya secara manual karena sistem ini membutuhkan ahli mekanik yang handal serta peralatan yang hanya ada di bengkel-bengkel mobil.
Biasanya ada dua hal yang menjadi penyebab mobil tidak bisa di-starter,

  • Pertama adalah karena aki yang sudah dalam kondisi kurang bagus sistem kelistrikannya.
  • Kedua adalah karena supply listrik pada dinamo pada sistem pengapian konvensional. Bila mobil tidak bisa di-starter adalah karena suplai bahan bakar/udara yang kurang pada sistem karburator (dalam hal ini berarti saringan karburator kotor). Periksa saringannya, cabut filter-nya dan bersihkan dengan kuas atau sikat gigi. Jangan gunakan alat pemanas seperti hair-dryer dan sejenisnya, karena hal tersebut bisa merusak dinding saringan udara.Bila semuanya sudah dilakukan dan tidak ada perkembangan, bawalah mobil Anda ke bengkel terdekat.

Cara cepat koneksi internet


Nah berikut ini ada beberapa tips dan trik mengenai cara mempercepat koneksi internet :

1. Standarnya Windows membatasi 20% bandwith.
Lalu bagaimana menyiasatinya? tanpa banyak basa-basi langsung praktek aja ya
Pertama-tama klik Start >> Run >> type gpedit.msc

Local Computer Policy >> Computer Configuration >> Administrative Templates >> Network >> QOS Packet Scheduler >> Limit Reservable Bandwidth
Double click pada Limit Reservable Bandwidth. Disana ditunjukkan bahwa string ini belum diatur (not configured), pada tab Explain ada penjelasan :
“By default, the Packet Scheduler limits the system to 20 percent of the bandwidth of a connection, but you can use this setting to override the default.”
Jadi Trik yang kita lakukan adalah mendisablenya dengan mengeset nilainya menjadi NOL.

2. Membuat Internet Explorer (IE) secepat Firefox
Banyak yang bilang IE memang browser yang paling payah, lelet, dan tidak stabil. Tapi ternyata ada trik untuk sedikit men-tune-up IE anda hingga kecepatannya bisa setara dengan Firefox. Caranya :
* Klik start >> run
* ketik regedit >> enter
* Carilah folder HKEY_CURRENT_USER\Software\Microsoft\Windows\Curre ntVersion\InternetSettings
* Klik kanan pada jendela sebelah kanan pilih >> New >> DWORD
* Ketik MaxConnectionsPerServer >> beri nilai terserah sobat (semakin tinggi nilai yang sobat buat, semakin bagus kecepatannya, eg : 99)
* Buat string DWORD baru lagi dengan cara yang sama >> ketik MaxConnectionsPer1_0Server
* Lalu beri nilai yang tinggi seperti di atas
* restart IE..
Selesai..

3. Mempercepat browsing dengan DNS cache
Buka notepad dan copy paste kode di bawah ini :
[HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetServic es|DnscacheParameters]
“CacheHashTableBucketSize”=dword:00000001
“CacheHashTableSize”=dword:00000180
“MaxCacheEntryTtILimit”=dword:0000fa00
“MaxSOACacheEntryTtILimit”=dword:0000012d
Simpan dengan nama dnscache.reg
Double click file ini di windows explorer, tekan “yes”.

4. copy paste kode di bawah ini ke dalam notepad. Simpan dengan nama “cepat.reg”
REGEDIT4
[HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetServicesT cpipParameters]
“SackOpts”=dword:00000001
“TcpWindowSize”=dword:0005ae4c
“Tcp1323Opts”=dword:00000003
“DefaultTTL”=dword:00000040
“EnablePMTUBHDetect”=dword:00000000
“EnablePMTUDiscovery”=dword:00000001
“GlobalMaxTcpWindowSize”=dword:0005ae4c

5.  Mempercepat Koneksi Internet bagi pengguna koneksi LAN
Berikut ini cara untuk mempercepat koneksi LAN :
* buka registry editor (start >> run >> ketik regedit)
* masuk ke HKEY_LOCAL_MACHINE\Software\Microsoft\Windows\Curr entVersion\Explorer\RemoteComputer\NameSpace dan DELETE key {D6277990-4C6A-11CF-8D87-00AA0060F5BF)
* Tutup registry editor dan restart windows.

6. Bagi pengguna koneksi internet dengan Broadband/DSL cobalah trik berikut ini
Buka registry editor dan masuk ke :
HKEY_LOCAL_MACHINESYSTEMCurrentControlSetServicesT cpipParameters
Buat string DWORD baru, dengan cara mengklik ‘Edit >> New >> DWORD Value’ dan buat nama-nama value dibawah ini :
DefaultTTL = “80? hex (atau 128 decimal) .
EnablePMTUBHDetect = “0?
EnablePMTUDiscovery = “1?
GlobalMaxTcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal)
TcpMaxDupAcks = “2?
SackOpts = “1?
Tcp1323Opts = “1?
TcpWindowSize = “7FFF” hex (or 32767 decimal)
tutup registry dan restart computer.

7. Jika semua cara di atas sudah dilakukan, namun koneksi tidak ada perubahan alias masih lambat bin lemot bin lelet berarti sudah saatnya Beralih ke provider yang lebih canggih

Cara Restart Tablet Android

Kira2 caranya kayak gini..

1. Matikan PC Tablet,
2. Tekan dan Tahan Volume Up + Down + Power secara bersamaan
3. PilihFactory reset / wipe data dan tekan tombol menu Home pada tab



4. Pilih Dellete all User Data, tunggu bentar aja...
5. Reboot..
selesai, semoga bermanfaat.

Catatan : Pada saat Melakukan Restarting kudu batrenya full, tanpa di carg.

13 January 2014

SEAL OLI

Pengertian sederhana dari SEAL OLI adalah komponen pada suatu mesin atau Gearbox yang berfungsi menyekat pelumas. Pelumas digunakan pada tempat-tempat dimana terjadi gesekan pada bagian mesin untuk memastikan pergerakkannya menjadi halus dan umurnya menjadi panjang, dan seal oli digunakan untuk mencegah terjadinya kebocoran pelumas yang lewat melalui “bearing clearance” pada bagian yang bergerak tersebut.

Lebih lanjut dalam hubungannya dengan tehnik mesin, oil seal selain dipakai untuk mencegah kebocoran pelumas, juga dapat dipakai untuk mencegah kebocoran air (water), chemical, juga baik untuk mencegah debu atau kotoran masuk kedalam mesin. Oil seal dapat digunakan untuk melakukan fungsi tersebut sekaligus.

O-ring, lip packing, gland, dan mekanikal seal lainnya fungsinya sama seperti oil seal seperti ditunjukan pada gambar dibawah ini. Seal oli sebagian besar sering dipakai untuk aplikasi shaft yang berputar.
Berikut ini adalah diagram pengelompokkan seal menurut NOK corporation.

 
FUNGSI BAGIAN-BAGIAN DARI SEAL

Pada gambar dibawah ditunjukan komponen utama dari Seal oli dan pada table dibawahnya dijelaskan fungsi dari bagian-bagian Seal oli tersebut.


 
MEKANISME SEALING DARI OIL SEAL

Bagaimana oil seal menyekat fluida…? Apakah factor pelumasan pada ujung kontak lip seal membuat umur seal menjadi tahan lama…?

Pada suatu uji coba oil seal yang dipasang pada shaft yang berputar, kemudian diukur gaya friction rotation nya dengan memutar shaft pada kondisi yang berubah-ubah seperti pada gambar dibawah.


Hubungan antara non dimension duty parameter “G” (yang ditentukan oleh bentuk dari seal dan kondisi yang digunakan), dengan coefisien of friction “F” ditunjukan pada grafik dibawah ini.

KARAKTERISTIK FRICTION DARI ROTATING SHAFT OIL SEALS (f vs G)

                                       Shaft speed: 10 – 1500 rpm 
 

Hasil dari grafik tersebut menerangkan bahwa, coefisien gesek akan meningkat jika viscositas olinya tinggi, karena lapisan oil film dibawah lip yang kontak dengan shaft akan semakin kecil. Dengan kata lain, lip oil seal dan shaft yang licin yang diberi lapisan oil film akan mengurangi keausan.

Material dari Lip juga merupakan sebuah factor penting yang membuat ketidak beresan sliding surface dari oil seals. Pada gambar dibawah dijelaskan hubungan dua buah material lip yang berbeda dalam mempengaruri texture sliding surface shaft.

Dua elemen kritikal yang dijelaskan diatas, sangat penting dalam mengontrol performance dari oil seal, karakteristik pelumasan dan mekanisme sealing yang seimbang dikontrol oleh dua factor yaitu material dan bentuk lip. Oleh karena penggunaan material seal sangat penting untuk mempertahankan sirkulasi aliran oli pada area kontak lip dan kebutuhan lapisan oil film dibawah seal lip harus dikontrol.

CARA MERUBAH PUTARAN PADA PENGGERAK


A. GEAR (GEAR TUNGGAL)

Pada suatu penggerak biasanya menggunakan gear yang fungsinya adalah merubah putaran dari maju menjadi mundur ataupun sebaliknya, fungsi gear juga bisa merubah kecepatan dari lambat menjadi kencang dan sebaliknya.
Seperti kita ketahui bahwa kapasitas mesin juga berbeda-beda yang tak lepas dari prinsip kerja dari mesin itu sendiri.  Kapasitas berhubungan erat dengan speed (kecepatan) mesin tersebut, sedangkan speed mesin tergantung suatu sistim ’Penggerak’ (Drive). ’Penggerak’ ini lebih identik dengan ’Putaran’ seperti pada Motor Induksi.

Dari Putaran inilah suatu mesin yang menggunakan gear dapat kita ketahui speednya, tentunya pembaca sudah pernah mengetahui bagaimana caranya !. Di sini saya mengulas dengan sangat sederhana cara mengetahui ”Speed” dengan mengambil contoh ’Mesin Conveyor’, dimana mesin tersebut lebih banyak mengutamakan ”Rasio Gir” sebagai acuan menentukan Maksimum speednya.

Rumus :


 nz1 x z1 = nz2 x z2



nz1 = putaran gir pemutar                : Rpm
nz2 = putaran gir yang diputar         : Rpm
z1   = jumlah gigi pd gir pemutar      : Z
z2   = jumlah gigi pd gir yg diputar   : Z

Contoh :
”Motor induksi + reducer” dipasang gir rantai dan dihubungkan dengan gir ”Roll” pada ”Conveyor belt”.
Dimana gir pada ”Motor induksi + reducer” jumlah gigi girnya = 20 Z, putaran = 70 Rpm,
Sedangkan jumlah gigi gir pada ”Roll conveyor belt” = 16 Z.
Berapa Rpm pada ”Roll conveyor belt” tsb.


Penyelesaian :

nz1 =  70  Rpm
nz2 =  ?    Rpm
z1   =  20  Z
z2   =  16  Z


 nz2 = (nz1 x z1) / z2

          = (70 x 20) / 16
          = 1400 / 16
          = 87,5 Rpm (Rotation per menit) atau putaran per menit

Dari contoh mesin Conveyor di atas bahwa putaran (rpm) roll penggerak (roll yang menarik belt) adalah 87,5 artinya ‘roll tersebut akan menarik belt dengan kecepatan 87,5 putaran dalam 1 (satu) menitnya’. 



B.RATIO GEAR

Gear ratio/Reduction ratio dapat kita definisikan sebagai perbandingan antara jumlah putaran yang dihasilkan oleh gear input (drive gear) terhadap jumlah putaran gear output (driven gear) yang berbeda ukuran. Contoh, jika gear input berputar sebanyak 3 putaran, sedangkan gear output berputar sebanyak 1 putaran, maka gear rationya adalah 3:1. Artinya jumlah putaran gear output "direduksi" sebanyak 3 kali, sehingga putaran gear output "berkurang" sebanyak 3 kali putaran gear input.

Formula yang dapat digunakan untuk mengitung gear ratio antara dua buah gear, adalah:
N1 x Z1 = N2x Z2

Dimana:
N1 = Jumlah putaran gear input
Z1 = Jumlah teeth gear input
N2 = Jumlah putaran gear output
Z2 = Jumlah teeth gear output

Contoh perhitungan, apabila diketahui jumlah teeth pada gear input (Z1) = 25 teeth, jumlah teeth gear output (Z2) = 100 teeth dan putaran gear input (N1) diputar sebanyak 100 putaran. Berapakah gear rationya ?

Jawab:
N1 x Z1 = N2 x Z2
100 x 25 = N2 x 100
25000 = N2 x 100
N2 = 2500 : 100
N2 = 25
Sehingga gear rationya kita dapatkan N1 : N2 = 100 : 25 = 4 : 1, atau bisa juga dituls 4 nya saja.

Contoh diatas adalah untuk susunan dua buah gear saja, sekarang bagaimana kalau gear yang disusun lebih dari dua buah ?
Formula yang digunakan untuk mencari gear ratio antara gear yang lebih dari dua adalah:
N2 = N1 x (Z1:Z2) x (Z3:Z4)

Contoh perhitungan, berapakah gear ratio untuk 4 buah gear yang disusun sedemikian rupa dengan diketahui:
Z1 = 12 teeth
Z2 = 45 teeth
Z3 = 12 teeth
Z4 = 55 teeth
N1 = 100 putaran

Jawab:
N2 = N1 x (Z1:Z2) x (Z3:Z4)
N2 = 100 x (12:45) x (12:55)
N2 = 100 x 0.267 x 0.218
N2 = 5.821

Setelah putaran gear diketahui, maka gear rationya adalah = N1 : N2 = 100 : 5,821 = 17,179 :1, atau 17,2 : 1 atau ditulis 17,2 saja.


Ratio gear ini akan menentukan percepatanyang dihasilkan dari kombinasi gigi - gigi pada transmisi , pada masing - masing tingkat percepatan. Pada tranmisi sepeda motor umumnya menggunakan kombinasi dua gear untuk menghasilkan suatu tingkat percepatan .sementara pada mobil umumnyamenggunakan kombinasi empat gigi atau lebih untuk menghasilkan satu tingkat percepatan. Misalkan pada kecepatan gigi 1 , maka perubahan percepatan dari kopling ke poros keluaran transmisi menggunakan kombinasi 4 gigi ( untuk mobil). Gigi - gigi inimemiliki jumlah mata gigi yang berbeda pada tiap - tiap gigi. Jumlah mata gigi yang berbeda - beda inilah yang akan menghasilkan perbedaan putaran dan tenaga padatransmisi.Sekarang saya akan langsung saja membahas cara menghitung ratio gear pada transmisi :
1. kombinasi 2 gigi
Untuk kombinasi dua gigi kita menggunakan rumus :ratio gear = B : A
2. kombinasi 4 gigi
Untuk kombinasi 4 gigi kita menggunakan rumus :ratio gear = (B : A ) x ( D : C )
3.kombinasi 5 gigi
Untuk kombinasi lima gigi kita menggunakan rumus ;ratio gear = ( B : A ) x (E : C ) x ( D : E )
Contoh :
jumlah roda gigi A adalah 10 , B = 30 , C =20 , D = 40ratio gear = ( 30 : 10 ) x ( 40 : 20 )= 3 x2= 6Jadi ratio gearnya adalah 6 , maksudnya adalah 6 kali putaran kopling akan menghasilkan1 kali putaran output pada poros keluaran transmisi.Demikianlah penjelasan saya mengenai cara menghitung ratio gear transmisi. Silahkan mencoba, semoga dengan ini anda dapat menghitung ratio trnasmisi seperti yang anda butuhkan.



C. RATIO PULLEY  

Pully adalah elemen mesin yang berfungsi mentransmisikan daya dari motor ke poros dengan menggunakan sabuk.Pully dapat dibuat dari besi tuang, baja yang dicetak.Pully  pada umumnya terbuat dari besi tuang karena harganya yang murah.
Diameter pully yang digerakkan, dirumuskan :
D2 =  diameter pully yang digerakkan ( mm )
D1 = diameter pully penggerak ( mm )
 n1 =  Putaran pully penggerak ( mm )
n2 =  Putaran pully yang digerakkan ( mm )
Diameter kepala pully dirumuskan :      De = Dp + 2k
Dp = diameter pully penggerak ( mm )
k   = tinggi kepala
Lebar pully dirumuskan :   b = 2 . f  
b = Lebar pully ( mm )
f = konstanta
Volume pully dirumuskan :
b = Lebar pully ( mm )
f = konstanta
Volume pully dirumuskan


de = diameter kepala pully ( mm )
b   = lebar pully ( mm )

Berat pully dirumuskan :       W = V . ρ              ( Sularso,1985 )
Dimana :
V = volume ( m3 )
 ρ = massa jenis ( kg/m3 )
aluminiun    = 2,8 x 103 kg/m3


12 January 2014

Bearing Grease Replenishment Intervals

In simple terms, here’s what one respected bearing manufacturer has to say about a very basic, but critical, topic. 

Increased operating costs, unplanned downtime and loss of productivity can all result from premature bearing failure. Although such events can occur for a number of reasons, one of the most common is lubrication failure. Following a proper lubrication schedule and using the correct lubricant type can improve performance and extend bearing life.
Lubrication reduces friction and wear by providing an oil coating that adheres to the rolling elements and raceways of bearings that are constantly in contact. The oil film separates the contact surfaces and prevents metal-to-metal contact, which reduces wear. Proper lubrication also helps prevent foreign material from entering the bearing and guards against rust and corrosion.
Grease lubrication scheduleOver time, grease will deteriorate due to physical and chemical degradation. The reduced lubrication properties will negatively impact bearing performance. Efforts must be made to renew the grease through replenishment. Figure 1 below reflects the replenishment time intervals for various bearing types running at different speeds. Charts (1) and (2) in the figure are applied based on the use of high-quality lithium soap-mineral oil grease, a maximum bearing temperature of 70 C and a normal load (P/C = 0.1, meaning 10% of the bearing dynamic load rating Cr). Replenishment is ONLY an option if the bearings are not sealed and provisions exist in the equipment for adding grease. Shielded bearings must be re-lubricated carefully. Damage can occur if excessive pressure is used, causing bearing deformation.
1112feattwo2small
Fig. 1. Grease replenishment intervals (click to enlarge)

Factors affecting replenishment intervalsGrease replenishment time intervals are subject to factors that vary the recommendation—factors that can either extend or diminish the period of acceptable grease performance. These include:
  • Bearing operating temperature
  • Grease type
  • Load
  • Presence of dust and moisture
  • Shock loads and vibration
Bearing operating temperature greatly influences lubrication life. As a general rule, if the bearing temperature exceeds 70 C, the replenishment time interval must be reduced by half for every 15 C degree temperature rise of the bearing.
Consider this example of two electric motors: One unit operates indoors in an ambient environment of 25 C, with bearing temperatures of 60 C. The other motor operates outdoors in the Southwest United States in an ambient environment of 45 C, with bearing temperatures of 100 C. The hotter motor will require re-lubrication four times more often than the first motor to maintain the lubricant. Why four times? The motor running at a higher bearing temperature is 30 C above 70 C, meaning the replenishment interval is cut in half two times (or one quarter of the time).
Grease base oil and thickener types have an impact on how often re-lubrication is necessary. For instance, a ball bearing might use grease with the same lithium soap thickener as referenced on the interval chart (shown below), or it might use a synthetic mineral base oil that can last about twice as long. Other thickeners, such as diurea, polyurea and PTFE, have properties related to operating temperature and resistance to shearing, as well as an ability to release and re-absorb base oil—
which can also modify replenishment recommendations.
Load factor is a determinant of lubrication replenishment in that it corresponds to the equivalent load (P) on the bearing shown in chart (3) of Fig. 1. The equivalent load at the bearing is determined from the radial and axial loads along with relationships detailed in the manufacturer’s catalog for each bearing. For loads less than or equal to 6% of the bearing dynamic load rating (Cr), the replenishment interval increases by a 1.5 multiplier. As load increases, the load factor drops to less than one, which calls for more frequent lubrication. Should P/C exceed 0.16, it’s advisable to consult the bearing manufacturer.
Environmental factors may reduce recommended replenishment intervals. Elevated vibration levels within the bearing increase the release of base oil, reducing the number of times before oil must be renewed. Dust, dirt or application contaminants such as wood fibers or metal shavings can become trapped in the grease and come into contact between the rolling elements and raceways of a bearing. These contaminants break through the oil film, which creates more friction. Ultimately, friction damages the raceways and and reduces grease life. Another important and common environmental factor is the presence of moisture. It can occur by direct spray, vapor or condensation within the bearing. Depending on the magnitude of water present, the re-lubrication interval can be reduced by half—or more. LMT
To learn more about bearing lubrication and replenishment intervals, visit www.nskamericas.com and download NSK’s Lubrication Interval Guide or contact your local NSK representative.